Jumat, 21 Maret 2014

Syarah Berbahasa Indonesia Kitab Nahwu Al Ajurrumiyyah


                                                  بسم الله الرحمن الرحيم        
====================================================================
Catatan!!!!
^^Saya (Abu Ismail) beritahukan bahwa saya akan menjelaskan kitab ini dengan kalimat saya sendiri.
^^Saya menggunakan full bahasa Indonesia dengan maksud semoga lebih mudah difahami.
^^Ucapan Syaikh Shonhaji -rahimahullah- akan saya beri tanda ((........))
^^Penjelasan saya didahului dengan >>>Penjelasan:  
.................................................................................................................................................   
====================================================================

Bagian Pertama

Telah berkata pengarang kitab ini (Syaikh As Shonhaji) -rahimahullah- : 
                                      ===Macam-macam Kalam===
((Al kalam adalah lafadz yang tersusun, berfaedah, dengan bahasa arab.
Kalam itu ada tiga bagian : Isim, fi’il, dan huruf yang memiliki arti))

>>>Penjelasan: 
Sebelum bicara lebih lanjut saya jelaskan bahwa kita harus memperhatikan kosa-kata yang digunakan dalam pembahasan ilmu nahwu ini:

جملة = كلام (kalam = jumlah) dalam bahasa Indonesia artinya kalimat
كلمة (kalimah) dalam bahasa Indonesia berarti kata.

Jadi kalam diartikan dalam bahasa Indonesia kalimat, sedangkan kalimah (perhatikan huruf h di akhirnya) diartikan dalam bahasa Indonesia kata.

Ketika pengarang mengatakan (Macam-macam kalam), maka tentunya makna tekstualnya macam-macam kalimat. Padahal di bawahnya beliau membahas bukan macam-macam kalimat tetapi macam-macam kata.

Berhadapan dengan kenyataan ini ulama terbagi menjadi:
1. Mengatakan beliau keliru, seharusnya beliau mengatakan Macam-macam Kata.
2. Mengatakan beliau tidak keliru, disini beliau menyingkatkan kalimatnya, sebenarnya kalimat panjangnya: **Macam-macam (kata yang digunakan dalam bahasa Arab untuk membentuk) Kalimat**.

Pada intinya 2 kelompok ulama ini sepakat mengatakan bahwa yang dibahas disini pembagian kata, bukan pembagian kalimat.

Ucapan Syaikh Shonhaji -rahimahullah-:
((Kalam itu ada tiga bagian : Isim, fi’il, dan huruf yang memiliki arti))
>>>Penjelasan:
Isim sering diartikan dalam bahasa Indonesia kata benda, namun yang lebih tepat ia bermakna sebutan (wallahu a'lam), karena kita akan temukan kata-kata Arab yang masuk dalam kategori isim tapi ia bukan kata benda walaupun mayoritasnya kata benda.
Fi'il artinya kata kerja.
Huruf yang memiliki arti artinya kata sambung, bukan sekedar huruf abjad (hijaiyyah; ا ب ت ث).
Bersambung.............................